Sejarah taruhan di Jepang

1-sejarah-taruhan-jepang

 

Selalu ada konflik di Jepang antara keinginan pemerintah untuk melarang taruhan dan keinginan keras di kalangan masyarakat seluruh keras untuk berjudi. Balap kuda, balap sepeda, sepak bola adalah jenis taruhan yang populer, selain dari bermain mesin slot pachinko dan mahjong.

Taruhan dengan kartu juga biasa dilakukan, meski tidak sepopuler di kala sebelumnya.

Meski kaum bangsawan Jepang kuno biasa menghibur diri mereka dengan permainan kartu, mereka tidak mau bermain untuk uang, dan permainan ini juga tidak menyebar ke kalangan bawah.

Akan tetapi, di tahun 1549, ketika Francis Xavier mendarat di Jepang, awak kapal Portugal yang dia bawa memperkenalkan 48 kartu Portugal kepada masyarakat Jepang. Situasi ini langsung mencetuskan gaya taruhan dengan bermain kartu di Jepang sampai tahun 1633, ketika pemerintah memutuskan kontak dengan dunia luar, dan melarang import dan pengaruh dari luar negeri, termasuk gaya bermain taruhan Eropa.

Sejumlah kartu buatan sendiri mulai dibuat, terus populer dan kemudian dilarang kembali oleh pemerintah dalam upaya untuk melarang taruhan.

Di periode inilah warisan bermain kartu dikonteskan oleh negara Jepang sehingga gaya kartu Hanafuda mulai dkembangkan, terdiri dari dua belas jenis dan empat kartu di masing-masing jenis. Ketimbang merujuk ke gaya angka Eropa, kedua belas kartu tersebut diatur oleh bunga tertentu yang merujuk pada bulan pada setiap tahun – sehingga namanya, “Hanafuda” atau “Kartu Bunga”.

Di era Meiji (1862-1912) pemerintah memberikan kelonggaran terhadap kegiatan taruhan. Kemudian, di tahun 1889 Nintendo Coproration membuka pintu mereka untuk pertama kalinya dan mulai memproduksi kartu Hanafuda, dan kemudian, kartu yang diproduksi masal, yang terus mereka buat sampai saat ini.

Permainan paling populer yang dimainkan oleh Hanafuda disebut Koi Koi. Pemain bersaing untuk meyamai kartu dalam kartu mereka di atas meja dan mendapatkan poin bonus karena bisa membuat kombinasi spesial. Akan tetapi, karean pemain itu sendiri tidak dipakai sebagai media taruhan, permainan yang lebih cepat lagi dikembangkan oleh Yakuza, dan tempat-tempat taruhan mereka menjadi resort terkenal bagi para petaruh papan atas hingga saat ini.