Perjudian di Asia

12-judi-asia 

Selama ini Amerika Serikat dianggap sebagai pusat dari pasar judi dunia, apalagi dengan adanya kota judi Las Vegas. Namun, menurut data terakhir yang dikumpulkan oleh Global Gaming Outlook, data tersebut mengindikasikan bahwa justru pasar taruhan di wilayah Asia yang meningkat paling pesat.
Dengan semakin maju dan stabilnya perekonomian di Asia, terutama di Hong Kong, Cina, Indonesia, Malaysia dan sekitranya, telah mendorong pertumbuhan pesat dari industri kasino di Asia. Tersedianya banyak situs yang menawarkan permainan judi casino online juga menjadi faktor pendukung pesatnya pertumbuhan judi di wilayah Asia.
Pada tahun 2010, nilai pangsa pasar industri judi Asia adalah sebesar USD 34.3 milyar. Diperkirakan pada tahun 2015, industri kasino Asia akan meningkat lebih dari 100% menjadi USD 79.3, yang berarti pertumbuhan tahunan sebesar 18.3%. Di Macau sendiri, industri judi meningkat 21.5% persen sejak tahun 2010.
Pusat judi di Singapura dan Macau telah berhasil menjadi saingan berat bagi Las Vegas. Pendapatan Las Vegas sebesar USD 6 milyar tercatat jauh lebih kecil daripada pendapatan judi kasino di Macau yang berhasil mencapai hingga USD 35 milyar. Pasar judi AS hanya meningkat 5% tiap tahunnya.
Permainan judi yang populer di kedua pusat judi Asia ini telah diadaptasi ke versi online sehingga bisa diakses oleh para pemain judi dari Cina, Indonesia, Filipina, dll, tanpa perlu terbang secara fisik ke Singapura ataupun Macau. Bahkan makin banyak pemain judi dari AS dan Eropa yang masuk bermain di situs – situs judi online Asia karena mereka tahu dengan besarnya pasar judi Asia, berarti lebih banyak pemain judi yang bergabung dan lebih besar kans untuk menang.
Menurut kantor riset PwC, “Munculnya pusat – pusat judi lokal di Asia ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Makin banyak negara di Asia Pasifik yang membuka pintu bagi industri kasino karena industri ini ikut mendorong pertumbuhan pasar pariwisata dan menjadi sumber pajak baru.”